Impian Anindita Maheswari hanya satu, mendapatkan restu dari Sekar dan Dito selaku kedua orang tua kandungnya untuk masuk ke sebuah pesantren, segala cara akan Anindita lakukan jika itu membuahkan hasil yang memuaskan. Karena usaha tak akan mengkhianati hasil bukan. Sudah sejam ia merengek sambil menarik-narik baju umi dan abinya untuk mendapatkan restu. Tapi tetap saja umi dan abinya berpura-pura fokus menonton televisi. "Seterah umi dan abi sajalah aku capek. Aku heran sama kalian, dimana-mana itu orang tua pasti mengizinkan dan mendukung anaknya untuk masuk pesantren, agar ilmu agamanya makin membaik. Tapi kalian?..." ujar Anindita lelah merengek-rengek seperti anak kecil. "Selalu bersikeras melarang aku untuk pesantren, jika memang kalian tak sanggup membiayaiku di pesantren, aku bisa membayarnya!" Lanjut Anindita sambil berlari kearah kamar yang berada dilantai dua. Brakkk Suara dentuman pintu yang sangat keras membuat kedua paruh baya terpera...